Sabtu, 14 Maret 2015

Resonansi Bunyi



Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena getaran benda lain. Syarat terjadinya resonansi adalah frekuensi yang sama dengan sumber getarnya. Resonansi dapat terjadi pada beberapa garputala yang berfrekuensi sama jika salah satunya digetarkan. Resonansi terjadi pula pada dua buah gitar dengan menggetarkan salah satu senar sehingga senar yang sama pada gitar yang lain akan ikut bergetar. Adapun peristiwa lain dalam kaitannya dengan resonansi yaitu ketika ada suara
petir, maka beberapa kaca jendela yang terletak di sekitar bunyi petir tersebut akan ikut bergetar walaupun kaca lainnya tidak ikut bergetar. Gejala ikut bergetarnya suatu benda karena getaran benda lain disebut resonansi. Dalam kehidupan sehari-hari, resonansi memegang peranan sangat penting. Suara dawai gitar dan beruk (sejenis kera) terdengar keras karena adanya peristiwa resonansi. Resonansi sebuah benda akan terjadi jika benda tersebut memiliki frekuensi sama dengan benda yang sedang bergetar. Misalnya, pada garpu tala. Ada beberapa tipe resonansi yaitu seperti resonansi kolom udara dan resonansi selaput tipis. Dengan adanya resonansi tersebut akan menimbulkan suara asli menjadi lebih keras. Adapun berbagai alat yang bekerja berdasarkan prinsip resonansi diantaranya: biola, kendang, harmonica, seruling, gitar, kentongan, dll. Meskipun resonansi banyak menghasilkan keuntungan, namun tidak sedikit menimbulkan kerugian bagi kita misalnya  bunyi ledakan bom yang sangat keras dapat menimbulkan getaran yang dapat meruntuhkan gedung-gedung. Getaran kereta api yang lewat menyebabkan bagianbagian rumah yang ada di pinggir rel ikut bergetar. Jika hal ini terjadi terus-menerus dan dalam waktu yang lama maka rumah akan cepat rusak. Ada berbagai cara untuk mengendalikan dampak negative dari resonansi seperti memasang peredam bunyi, memperbesar ruangan pada pemasangan kaca jendela untuk memperkecil getaran yang ditimbulkan. Ataupun membuat konstruksi bangunan yang terbebas dari pengaruh resonansi. 
Bunyi adalah gelombang yang dihasilkan oleh getaran mekanis dan merupakan hasil perambatan energi. Sumber bunyi sebagai sumber getar memancarkan gelombang-gelombang longitudunil ke segalah arah melalui medium baik padat, cair maupun gas. Sumber getar tersebut dapat berasal dari kawat, batang, bahkan ombak di pantai. Getaran dari sumber getaran menggetarkan udara di sekitarnnya dan getaran di udara menjalar sebagai gelombang longitudinal dengan kecepatan sekitar 340 m/s. Resonansi merupakan suatu jenis peristiwa dari deretan peristiwa dalam kajian ilmu bunyi. Beberapa kejadian yang menyangkut bunyi yaitu: pemantulan bunyi (difraksi), pelayangan bunyi, interferensi bunyi, efek Doppler, serta resonansi sendiri. Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena getaran benda lain. Syarat terjadinya resonansi adalah frekuensi yang sama dengan sumber getarnya. Dalam kehidupan sehari-hari, resonansi memegang peranan sangat penting. Suara dawai gitar dan beruk (sejenis kera) terdengar keras karena adanya peristiwa resonansi. Adapun berbagai alat yang bekerja berdasarkan prinsip resonansi diantaranya: biola, kendang, harmonica, seruling, gitar, kentongan, dll. Meskipun resonansi banyak menghasilkan keuntungan, namun tidak sedikit menimbulkan kerugian bagi kita.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar