Sabtu, 14 Maret 2015

Dampak Positif dan Negatif Resonansi serta Cara Penanggulangannya



1.       Resonansi dapat membawa manfaat bagi kita karena dapat memperkuat bunyi seperti yang terjadi pada alat-alat yang bekerja berdasarkan resonansi di bawah ini seperti:
a.       Pita Suara pada Manusia
Apabila berbicara, kita bisa mengatur suara kita tinggi atau rendah. Yang berperan terhadap terjadinya suara pada manusia adalah pita suara dan kotak suara yang berupa pipa pendek. Saat kita berbicara, maka pita suara bergetar. Getaran ini diperkuat oleh kotak suara yang beresonansi dengan pita suara dengan frekuensi sama tetapi amplitude lebih besar, sehingga kita dapat mendengar suara yang nyaring.
b.       Selaput Tipis pada Telinga
Selaput gendang telinga sangat tipis sehingga mudah beresonansi.
c.       Kentongan
Resonansi terjadi pada kolom udara yang dibuat di tengah kentongan, sehingga bunyinya nyaring.
d.      Gitar atau Biola
Udara yang berada di kotak gitar akan beresonansi jika senar gitar dipetik/ pada biola digesek.
2.       Selain itu, resonansi juga membawa dampak negative seperti:
a.       Kerusakan pada selaput tipis yang terdapat pada telinga. Hal ini terjadi jika suara yang ditimbulkan oleh sumber bunyi mempunyai frekuensi yang sangat tinggi sehingga menimbulkan getaran yang keras pada telinga. Jika hal tersebut terus berlangsung maka lama kelamaan amplitudo pada gendang telinga semakin besar sehingga selaput tipis tersebut akan rusak.
b.       Bunyi kendaraan yang lewat di depan rumah dapat menggetarkan kaca jendela rumah. Apabila frekuensi alamiah bunyi kendaraan sama denga kaca jendela rumah memungkinkan kaca bergetar lebih hebat yang akhirnya pecah.
c.       Bunyi gemuruh yang dihasilkan oleh guntur beresonansi dengan kaca jemdela rumah sehingga bergetar dan dapat mengakibatkan kaca jendela pecah.
d.      Pengaruh kecepatan angin pada sebuah jembatan di Selat Tacoma, Amerika Serikat, menghasilkan resonansi yang menyebabkan jembatan roboh. Pada saat angin bertiup dengan frekuensi alamiah yang sama dengan frekuensi alamiah yang dimiliki oleh jembatan, maka jembatan tersebut berayun dengan amplitude yang semakin besar, sehingga akhirnya roboh.
e.       Keruntuhan Suspension Bridge Broughton (karena tentara berjalan dalam langkah)
f.        Keruntuhan Menara Tengah Königs Wusterhausen
g.       Runtuhnya Jembatan Angers 



Pengendalian terhadap masalah tersebut dapat dilakukan secara teknis (engineering) maupun secara administrative.
1.       Secara teknis,pengendalian dapat dilakukan dengan berbagai cara:
a.       Pengendalian terhadap sumber bunyi, seperti penggunaan bahan yang tidak beresonansi, menutup sumber bunyi dengan bahan yang dapat menyerap bunyi, dsb. Meskipun relative mahal, namun cara ini efektif untuk dampak negative resonansi. Pada pembuatan dinding bangunan sebaiknya dilengkapi dengan “Soundproofing”. Ada berbagai tipe bahan sebagai Sounproofing seperti:
1).    Acourete SoundProofing Panel Fiber Base
2).    Acourete SoundProofing Panel MatBase
3).    Acourete SoundProofing Panel Standart FO
4).    Acourete SoundProofing Panel Standart Fiber
5).    Acourete SoundProofing Panel Standart MatFull
b.       Pengendalian pada media hantar bunyi, dengan cara mengisolasi sumber bunyi dan menjauhkan dari sumber bunyi.
c.       Pengendalian pada penerima bunyi. Pengendalian ini merupakan langkah terakhir dalam pengendalian bunyi seperti penggunaan earplug atau earmuff. Earplug dapat mereduksi bunyi hingga 30dB. Sedangkan Earmuff dapat mereduksi bunyi hingga 500 dB.
2.       Secara administrative, yaitu bagi manusia sendiri seperti melakukan tes audiometric serta menetapkan target selama ia berada pada sumber bunyi selama 8 jam pada taraf intensitas 85dB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar