1.
Resonansi
dapat membawa manfaat bagi kita karena dapat memperkuat bunyi seperti yang
terjadi pada alat-alat yang bekerja berdasarkan resonansi di bawah ini seperti:
a. Pita Suara pada Manusia
Apabila
berbicara, kita bisa mengatur suara kita tinggi atau rendah. Yang berperan
terhadap terjadinya suara pada manusia adalah pita suara dan kotak suara yang
berupa pipa pendek. Saat kita berbicara, maka pita suara bergetar. Getaran ini
diperkuat oleh kotak suara yang beresonansi dengan pita suara dengan frekuensi
sama tetapi amplitude lebih besar, sehingga kita dapat mendengar suara yang
nyaring.
Selaput gendang
telinga sangat tipis sehingga mudah beresonansi.
c. Kentongan
Resonansi
terjadi pada kolom udara yang dibuat di tengah kentongan, sehingga bunyinya nyaring.
d. Gitar atau Biola
Udara yang
berada di kotak gitar akan beresonansi jika senar gitar dipetik/ pada biola
digesek.
2.
Selain
itu, resonansi juga membawa dampak negative seperti:
a. Kerusakan pada selaput tipis yang terdapat
pada telinga. Hal ini terjadi jika suara yang ditimbulkan oleh sumber bunyi mempunyai
frekuensi yang sangat tinggi sehingga menimbulkan getaran yang keras pada
telinga. Jika hal tersebut terus berlangsung maka lama kelamaan amplitudo pada
gendang telinga semakin besar sehingga selaput tipis tersebut akan rusak.
b. Bunyi kendaraan yang lewat di depan rumah
dapat menggetarkan kaca jendela rumah. Apabila frekuensi alamiah bunyi
kendaraan sama denga kaca jendela rumah memungkinkan kaca bergetar lebih hebat
yang akhirnya pecah.
c. Bunyi gemuruh yang dihasilkan oleh guntur beresonansi dengan
kaca jemdela rumah sehingga bergetar dan dapat mengakibatkan kaca jendela
pecah.
d.
Pengaruh
kecepatan angin pada sebuah jembatan di Selat Tacoma, Amerika Serikat, menghasilkan
resonansi yang menyebabkan jembatan roboh. Pada saat angin bertiup dengan
frekuensi alamiah yang sama dengan frekuensi alamiah yang dimiliki oleh jembatan, maka jembatan tersebut berayun dengan amplitude yang
semakin besar, sehingga akhirnya roboh.
e.
Keruntuhan Suspension Bridge Broughton (karena
tentara berjalan dalam langkah)
f.
Keruntuhan Menara Tengah Königs Wusterhausen
g.
Runtuhnya Jembatan Angers
Pengendalian terhadap masalah
tersebut dapat dilakukan secara teknis (engineering) maupun secara
administrative.
1.
Secara teknis,pengendalian
dapat dilakukan dengan berbagai cara:
a.
Pengendalian terhadap sumber
bunyi, seperti penggunaan bahan yang tidak beresonansi, menutup sumber bunyi
dengan bahan yang dapat menyerap bunyi, dsb. Meskipun relative mahal, namun
cara ini efektif untuk dampak negative resonansi. Pada pembuatan dinding
bangunan sebaiknya dilengkapi dengan “Soundproofing”. Ada berbagai tipe bahan sebagai Sounproofing
seperti:
1).
Acourete SoundProofing
Panel Fiber Base
2).
Acourete SoundProofing
Panel MatBase
3). Acourete
SoundProofing Panel Standart FO
4).
Acourete SoundProofing
Panel Standart Fiber
5).
Acourete SoundProofing Panel Standart MatFull
b.
Pengendalian pada media hantar
bunyi, dengan cara mengisolasi sumber bunyi dan menjauhkan dari sumber bunyi.
c.
Pengendalian pada penerima
bunyi. Pengendalian ini merupakan langkah terakhir dalam pengendalian bunyi
seperti penggunaan earplug atau earmuff. Earplug dapat mereduksi bunyi hingga
30dB. Sedangkan Earmuff dapat mereduksi bunyi hingga 500 dB.
2.
Secara administrative, yaitu
bagi manusia sendiri seperti melakukan tes audiometric serta menetapkan target
selama ia berada pada sumber bunyi selama 8 jam pada taraf intensitas 85dB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar